Bisnis Parfum FM Original Eropa by Federico Mahora

Hadits Sahih Tentang Anjuran Menggunakan Parfum

Bau badan memang hal yang tidak mengenakkan, terlebih orang-orang akan menutup hidungnya dan memandang dengan penuh curiga bila kita memiliki bau badan yang amat menusuk. Karena itu, tidak ada salahnya jika kita selalu menggunakan minyak wangi (parfum) agar badan kita menebarkan aroma yang harum. Apalagi di-saat-saat kita ada diantara kerumunan orang seperti acara-acara pesta pernikahan, syukuran, dan lain-lainnya. Maka keharuman badan kita tidak bisa ditolerir lagi, Islam sendiri sangat menganjurkannya. Nabi seringkali memakai minyak wangi kasturi saat beribadah atau saat melakukan interaksi dengan orang-orang di sekelilingnya.
Berikut adalah beberapa hadits sahih yang berhasil saya rangkum dari berbagai sumber, semoga menjadi bahan referensi wawasan Anda:
”Aku diberi kesenangan di dunia ini, yaitu wanita, harum-haruman, dan kesejukan mata dalam shalat (HR.an- Nasa’i).
Bayangkan, Nabi sendiri menganggap harum-haruman (minyak wangi) sebagai sesuatu yang menyenangkan. Karena itu hendaklah kita berlomba-lomba mengharumkan diri dengan aroma minyak wangi dan jangan menolak bila orang lain memberikannya kepada kita, ”Siapa yang diberi harum-haruman hendaknya jangan menolak, karena sesungguhnya ia adalah ringan bebannya dan harum baunya.” ujar Nabi seperti yang tertuang dalam HR.Ahmad bin Hanbal.Abu Daud dan an-Nasa’i.
Ketika hendak pergi shalat Jum’at, sabda Rasulullah “Alangkah baiknya jika salah seorang diantara kamu membeli dua pakaian untuk hari Jum’at, selain untuk pakaian kerja” (HR. Ibnu Majah dan Abu Daud). Hadits ini diperkuat lagi dengan sabda lainnya yang berbunyi, ”Hendaknya setiap muslim mandi pada hari Jum’at, kemudian memakai pakaian yang terbaik, dan jika ia mempunyai wangi-wangian, maka hendaklah ia memakainya.”(HR.Ahmad bin Hanbal).
Ketika akan shalat hari Raya (Idul Fitri dan Idul Adha) sabda Nabi, ”Rasulullah saw menyuruh pada dua hari raya agar memakai pakaian yang terbaik yang dia punyai dan memakai wewangian yang terharum dia peroleh, serta berkurban dengan (hewan) terbaik yang dia dapatkan”. ( HR. al-Hakim).
Untuk wanita yang baru selesai haid. Aisyah binti Abu Bakar berkata, ”Seorang perempuan dari kaum Anshar bertanya kepada Rasulullah mengenai cara mandi sesudah haid, Rasulullah bersabda, ”Ambillah sedikit kasturi (minyak wangi), lalu engkau gunakan untuk bersuci (HR.al-Jama’ah kecuali at-Tirmidzi).
Ketika hendak memulai Ihram (Haji dan Umrah), Aisyah binti Abu Bakar meriwayatkan, “Aku pernah memberi wewangian kepada Nabi saw ketika (hendak) Ihram dengan minyak yang paling harum”. (HR al-Bukhari dan Muslim).
Begitulah bahwasannya Nabi Muhammad SAW sendiri sangat menyukai wewangian dan tentunya wewangian yang dipakai nabi adalah wewangian yang sangat berkualitas. Semoga bermanfaat.

Sumber: Irwan Winardi (www.fihais.com)

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar