Bisnis Parfum FM Original Eropa by Federico Mahora

Ambergris, Zat Penyusun Parfum dari Paus Bernilai Ratusan Juta Rupiah

parfum aroma ambergris
(Parfum Aroma Ambergris, Pure 462)
“Ambergris” berharga mahal karena mampu menghasilkan wangi khas dan berperan dalam industri parfum kelas dunia.
Siapa yang menyangka ternyata muntahan cairan yang dikeluarkan oleh Sperm Whale (Physeter macrocephalus) atau jenis Paus Sperma, memiliki nilai yang tinggi.
Rupanya Paus juga mengeluarkan zat yang telah menumpuk di dalam ususnya. Kemudian Paus mengeluarkan zat itu lewat anusnya. Lalu, zat berupa bongkahan yang keluar dari perut Paus tersebut melayang di dalam air laut, mengikuti arus air laut, hingga akhirnya ada yang terdampar di pantai-pantai seluruh dunia.
Setelah beberapa lama di pantai, zat tersebut menjadi padat seperti lilin dan berbentuk bongkahan lebih keras, yang dinamakan Ambergris.
Ambergris merupakan zat solid seperti lilin, mudah terbakar, berwarna abu-abu atau kadang berwarna kehitaman. Bongkahan zat ini keluar dari usus atau isi perut Paus Sperma (sperm whale) yang sangat populer dikalangan para produsen parfum, karena memang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pembuat parfum.
Charlie Naysmith seorang bocah Inggris berusia delapan tahun secara tak sengaja pernah menemukan sebongkah batu yang tidak biasa saat ia dan ayahnya berjalan di Pantai Dorset, Inggris, beberapa waktu lalu.
Ia dan ayahnya mencoba mencari tahu mengenai batu tersebut. Hasilnya, mereka berdua terkejut.
Batu tersebut adalah Ambergris dengan berat 0,45 kilogram dengan nilai mencapai lebih dari Rp. 600 juta!
Mengapa ambergris begitu mahal? Ternyata, ambergris sangat memiliki peran dalam industri parfum kelas dunia.
Zat ini mampu menghasilkan atau memberikan wangi yang khas yang disukai manusia. Bahkan parfum dengan cita rasa tinggi yang diproduksi oleh merek terkenal seperti Chanel dan Lanvin mengambil keuntungan dari ambergris yang mampu memberikan aroma harum bagi kulit manusia.
Bau ambergris memiliki beberapa aroma mulai dari wewangian bersahaja, mawar, hingga aroma manis. Bagi para pecinta parfum, mereka mampu mendeteksi wangi khas ambergris dan rela menghabiskan uang banyak hanya untuk satu ons ambergris!
Namun, seiring dengan jumlah spesies paus yang kian menipis, beberapa negara mulai melarang penggunaan ambergris untuk dijadikan bahan baku industri.
Bahkan beberapa negara mengategorikan ambergris tersebut sebagai barang ilegal. Meski demikian, permintaan ambergis masih tinggi di pasar asing, khususnya di negara fashion seperti Perancis.
(Umi Rasmi, National Geographic News)

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar